Selasa, 30 Oktober 2012

Tersadar Arti Sebuah Pertemanan & Persahabatan


Kawan,Thank’s banget buat lo yg selama ini ada buat gue..
Yang udah anggap gue ada di dunia ini..
Tanpa lo, gue bisa jatuh dalam keterpurukan & kesepian..
Karena lo gue bisa jalani kehidupan ini..

Maafkan gue kawan,, Kalau gue punya salah sama lo..
Jangan pernah ninggalin atau lupakan gue..
Gue bersyukur punya teman seperti lo..
Dan jika suatu saat nanti
Gue jatuh dalam kesombongan & gue lupakan lo..
Tolong Sadarkan gue !!

Semua tentang kita, ga akan pernah gue lupakan..
Semoga lo mau jadi kawan gue untuk selamanya..

By : @UbayRocker

Tips Kendaraan Hemat BBM


Harga BBM yang semakin melambung membuat kita harus berhemat ketat. Nah, supaya mobil dan motor nggak boros bensin, simak tips berikut ini.

Jangan menyalakan mesin terlalu lama


           Dalam keadaan tak berjalan atau parkir, sebaiknya matikan mesin. Jangan nyalakan mesin jika mobil atau motor diam terlalu lama. Setelah menyalakan mobil di pagi hari, jangan terlalu lama memanaskannya. Mesin ternyata lebih cepat panas ketika sudah berjalan. Intinya, jika mobil diam di suatu tempat lebih lama dari 30 detik, sebaiknya matikan saja mesinnya.


Berjalan stabil


          Mengendarai mobil dan motor dengan stabil dan tenang terbukti menghemat BBM. Hindari sering mengganti akselerasi, turun naik kecepatan membuat bensin sangat boros. Dengan menyetir pada kecepatan stabil, kegiatan mengerem yang membuat mobil dan motor semakin boros juga berkurang. Aliran bensin akan semakin meningkat deras, pada kecepatan di atas 60 km/jam. Selain menghemat bensin, menyetir dengan tenang dan stabil juga membuat mesin, kopling, rem dan ban lebit awet. Hemat kan?


Kurangi beban kendaraan


          Sebisa mungkin jangan membawa banyak barang pada mobil Anda. Pada kecepatan tinggi, 50 persen kekuatan mesin berkonsentrasi pada tarikan kecepatan. Jangan tambah beban mobil dengan membawa barang-barang berat di atas kendaraan. Begitu juga dengan penggunaan air conditioner alias AC. Menyalakan AC akan menyita kekuatan mesin dan menambah aliran bensin.


Pertahankan temperature mesin


           Hindari banyak berhenti dalam jarak yang dekat. Mesin yang mulai panas karena perjalanan akan kembali dingin ketika berhenti lama. Padahal, mesin yang dingin sangat tidak efisien. Sebisa mungkin atur perjalanan sehingga tak banyak berhenti dan mendinginkan mesin.


Standar bensin


           Jika kendaraan biasa menggunakan premix, jangan beralih ke premium. Jenis bensin sudah ditentukan oleh sang perusahaan perakit dengan mempertimbangkan beberapa faktor terutama kenyamanan mesin.

Periksa ban

           Selalu periksa ban sebelum bepergian. Ban yang kurang tekanan anginnya membuat kerja mesin terlalu keras. Ban yang kempis juga dapat menyebabkan panas dan merusak ban. Usahakan selalu gunakan tekanan standar ban.

Jaga kondisi mesin

           Menjalankan mobil dan motor dalam keadaan rusak bisa membuat bensin semakin boros. Jika merasa ada bau, bunyi dan getaran yang tidak biasa, segera periksakan mobil kamu. Kerusakan ringan pada mesin bisa mengakibatkan bensin lebih boros 10-20 persen.


               Semoga beberapa tips di atas dapat berguna !!!

Kamis, 04 Oktober 2012

Tatkala Rindu Menyentuh Kalbu

Terik matahari begitu menyengat panasnya serasa membakar kulit gadis yang sedang berjalan di sudut kota, ia berlari kecil menyusuri pinggiran jalan agar dapat segera tiba di rumah. Pikirannya hanya tertuju pada satu hal yaitu ingin segera merebahkan tubuhnya di tempat tidur, ia merasa hari ini begitu melelahkan. Sesampainya di rumah ia langsung merebahkan tubuhnya, baru saja ia memejamkan mata terdengar ponselnya berbunyi, dengan mata yang terpejam tangannya meraba-raba meraih ponselnya.” Hallo, ini siapa? “ dengan suara yang berat “hallo Ra Ra Aira ini gue Salma” terdengar suara dari sebrang sana. “ehh ada apa lo telfon gue? Ngantuk nih” gerutu Aira. “ada hal penting yang mau gue ceritain sama lo, ini tentang si Faris” jawab Salma. Mendengar nama Faris, Aira langsung terbangun dan langsung bersemangat “ehh serius lo? Kenapa kenapa sama Faris? Dengan rasa penasaran.

“Tadi gue pas mau pulang ketemu dia di jalan kayaknya sih lagi buru-buru gitu, gue panggilin ehh dia malah gak nyautin.”jawab Salma. Kemudian, tak ada jawaban dari Aira keduanya terdiam, tak berselang lama Aira pun bicara “hmm...(menghela nafasnyaa) , gue rasa dia emang lagi sibuk banget deh ma, soalnya udah hampir seminggu dia ga ngabarin gue.” Lalu Salma berkata “yaudah lo sabar aja Ra, nanti juga dia bakal kasih kabar kok ke lo. Dengan suara yang lemas Aira hanya berkata “ya semoga saja begitu”. “ehh udah dulu ya gue mau mandi nih” ucap Salma mengakhiri pembicaraannya dengan Aira.

Setelah mendapatkan telfon dari Salma, Tiba-tiba rasa kantuknya hilang yang ada di pikirannya saat ini hanya Faris, ya bagaimana tidak Faris adalah kekasihnya yang sudah hampir satu minggu tak memberinya kabar. Dengan menghela nafas panjang Aira hanya berkata “ semoga Faris cepat memberi ku kabar”.


*** 

Keesokan harinya pukul 05.30 pagi Aira sudah bersiap pergi ke sekolah, ia berniat menemui Faris. Sesampainya di sekolah Aira langsung stand by di depan kelas Faris. Harap-harap cemas menunggu sang kekasih. “duh, Faris mana sih”. Terlihat dari kejauhan Faris berjalan menuju kelasnya. “Farisssss..” suara Aira memanggil kekasihnya. Lalu Faris langsung menghampirinya, dengan senyum manis yang menghiasi wajahnya Faris berkata “hey Princes ku, sedang apa kamu disini?” sambil membelai rambut Aira. Aira hanya terdiam menatap wajah Faris lekat-lekat, kemudian ia tertunduk dan menjawab “Aku khawatir dengan keadaanmu, hampir satu minggu kamu tak memberi kabar padaku.” Faris masih tetap tersenyum memandang wanita yang ia panggil Princes itu, ia berusaha menghilangkan perasaan cemas Aira akan dirinya.

            “sudah sayang, kamu tak usah risau mengkhawatirkan aku, aku akan baik-baik saja, maafkan aku karena tak pernah memberimu kabar mungkin karena kesibukan ku hingga aku lupa akan dirimu. Sekali lagi maafkan aku” suara Faris terdengar memohon pada Aira. “Baiklah aku akan percaya kata-katamu, tapi jangan pernah buat aku gelisah memikirkanmu, setidaknya jika memang kamu sibuk luangkan lah sedikit waktu untuk memberiku kabar walau hanya dengan pesan singkat.” Ucap Aira. Tak berselang lama bel masuk pun berbunyi, mereka berdua seraya pergi dan memasuki kelas mereka masing-masing.

            Mungkin cukup aneh jika Aira tak mengetahui keadaan Faris, pasalnya mereka saja satu sekolah. Tapi memang begitulah kenyataan yang ada. Faris adalah seorang Ketua OSIS di SMA Mandala, ia juga mendapat gelar sebagai Pradana Putra Pramuka. Banyak sekali kegiatan yang ia kerjakan apalagi dua bulan yang akan datang SMA Mandala, khususnya untuk Ekstrakulikuler Pramuka akan mengadakan lomba AKSIMU tingkat Jawa Barat, Jakarta dan Banten. Dengan jabatannya sebagai Pradana Putra tugas yang harus di embannya sanggat berat karena pasalnya itu acara yang besar, sebab itu lah Faris jadi sulit bertemu dengan Aira, jangankan bertemu untuk memberinya kabar saja tidak bisa.

            Bel istirahat berbunyi Aira langsung menarik  tangan Salma seraya bergegas meninggalkan kelas menuju mushola sekolah, berharap ia bisa menemui Faris disana. Namun saat Aira sampai ia hanya melihat Rafa dan Dika sahabat Faris. Matanya masih sibuk mencari kekasihnya, Lalu Rafa menepuk pundak Aira sambil berkata “woy, lo pasti lagi nyari Faris ya?” Aira langsung berbalik dan menatap Rafa “iya fa, gue mau ngomong penting sama dia” jawab Aira memelas. “wah, sayang banget tadi dia buru-buru ke ruang pramuka, soalnya ada rapat bareng Kepala Sekolah”. “Oh gitu ya? Ya sudah kalo gitu, Makasih atas infonya.” Aira pergi seraya meninggalkan Rafa dan Dika.

***

            Malam ini Satnight ya itu bahasa yang biasa anak muda gunakan atau tepatnya Malam Minggu. Aira hanya di kamar, sambil sering melihat ponselnya berharap Faris menghubunginya atau paling tidak mengsms nya. Tapi sudah menunggu lama namun Faris tak kunjung menghubunginya, akhirnya ia putuskan untuk  meghidupkan laptopnya lalu ia buka e-mail ternyata ada pesan masuk dari Faris, ia pun langsung semangat membacanya.

To        : Lissa_aira@yahoo.com
From     : MochFaris@yahoo.com
Subject : Menyesal

            Selamat malam Princes ku tersayang, maafkan aku karena tak memberitahumu akan kepergianku. Tadi siang aku bersama anggota Pramuka dispen ke luar kota mungkin selama satu minggu, karena ada tugas dari Kepala Sekolah yang harus kami kerjakan. Maafkan aku karena telah mengorbankan perasaan mu demi tugas ini, namun apa yang bisa ku perbuat? Itu sudah menjadi tanggung jawabku, ini demi nama baik sekolah kita. Aku berharap kamu bisa mengerti.

            Selama seminggu kedepan aku tak bisa selalu memberimu kabar, karena mungkin aku akan terlalu sibuk, tapi percayalah sayang aku akan baik-baik saja disini. Jangan sedih, kita pasti bisa kembali lagi seperti biasanya. Bersabarlah sayang.
Faris

            Setelah membaca e-mail dari Faris, Aira hanya menghela nafas panjang ‘hmmmmmm...... sabar ra....” sambil mengelus dadanya dan mengusap air mata yang entah mengapa jatuh membasahi pipinya. Lalu ia langsung membalas e-mail Faris berharap Faris langsung membacanya.

To        : MochFaris@yahoo.com
From     : Lissa_aira@yahoo.com
Subject : aku menunggu

            Aku sudah membaca e-mail mu, ya memang agak kaget ternyata kamu berada di luar Kota, namun apa boleh buat? Aku akan sabar menunggu mu kembali pulang. Jaga dirimu baik-baik sayang, aku tak ingin terjadi sesuatu yang buruk padamu, jangan lupa tetap shalat 5 waktu dan jangan sampai kamu telat makan. Aku berharap kamu membaca e-mail ku ini. Aku akan sangat merindukanmu, merindukan canda tawa mu.
Cepat pulang cepat kembali jangan pergi lagi.
Aira
***

            Keesokan harinya saat Aira terbangun dari tidurnya yang pertama ia lakukan adalah membuka laptopnya dan melihat e-mailnya, ia berharap Faris membalas e-mail yang ia kirim namun ternyata tak ada pesan masuk dari Faris. Aira merasa sedikit kecewa tapi ia harus mengerti akan kesibukan Faris. Untuk menghilangkan rasa kecewanya ia putuskan untuk lari pagi ke taman komplek rumahnya sambil mencari udara segar. Di taman ia bertemu Salma yang sedang asyik membaca buku di bangku panjang dekat lapangan.

“hey ma, lagi baca apa lo? Kayaknya asyik banget si.”
“ohh ini gue lagi baca buku novel terbaru”
“wah pantesan aja lo ampe gak berkedip bacanya, orang lo baca novel”
“hahahah ceritanya seru banget ra, lo mau baca?”
“judul bukunya apa ma? coba dong gue liat”
“melodi tiga cinta” ucap Salma sembari menyerahkan novelnya pada Aira.
“oke gue pinjem ya penasaran nih mau baca hehehe”
“yaudah selamat membaca, gue pulang dulu ya mau nmenin nyokap ke salon” ucap Salma seraya meninggalkan Aira sendiri.

            Karena penasaran Aira langsung membuka halaman pertama ia membaca dengan seksama, halaman demi halaman telah ia lewati belum selesai ia membaca ponselnya berbunyi, tarnyata Salma mengirim sebuah pesan yang berisi “ehh besok novel gue jangan lupa di bawa ya gue belum selesai baca soalnya.” Tanpa membalas pesan Salma, Aira meneruskan membaca novelnya hingga sampai pada halaman terakhir. Setelah selesai membaca ia terdiam sejenak, lalu berpikir mengapa isi novel tersebut sama seperti apa yang sedang ia alami. Tanpa memikirkannya lagi ia langsung bergegas pulang.

***


            Empat hari telah berlalu,namun tak kunjung ada kabar dari Faris, Aira makin gelisah pasalnya ia tak pernah berjauhan dengan Faris apalagi dengan jangka waktu yang cukup lama. Rasa rindu di hatinya makin tak terkendali. Ia hanya bisa bersabar menanti sang kekasih kembali kedalam pelukannya. Saat Aira membuka e-mail ternyata ada pesan dari Faris, dengan sigap ia langsung membacanya dengan sangat antusias.

To        : Lissa_aira@yahoo.com
From     : MochFaris@yahoo.com
Subject : Kerinduan

NP ::Rumor_butiran debu
Aku terjatuh dan tak bisa bangkit lagi
Aku tenggelam dalam lautan luka dalam
Aku tersesat dan tak tau arah jalan pulang
Aku tanpamu butiran debu

            Itu lah yang sedang aku rasakan, aku merindukanmu sayang. Tunggu aku kembali pulang ya. Sambut lah kedatangan ku lusa, aku berharap bisa melihat senyum manis di wajahmu. Salam hangat penuh cinta untukmu.
Faris

            Setelah membaca e-mail dari Faris, Aira merasa bahagia seakan ia tengah mendapat kabar paling istimewa, yaitu kepulangan kekasih yang ia rindukan.

            Hari itu pun tiba, Aira menunggu dengan harap-harap cemas di sudut sekolah, ia tidak sabar bertemu dengan Faris. Tak lama ia menunggu terlihat dari kejauhan sosok pria berjalan menuju sudut sekolah dimana Aira berdiari dan ternyata ia Faris. Sontak Aira langsung berlari menghampirinya, Faris terhenti dan memeluk Princes cantik nya itu. “kerinduan ku sudah tak bisa ku kendalikan lagi, perasaanku campur aduk memikirkanmu” kata Faris sambil berbisik dan membelai kekasihnya.

            Lalu Aira hanya bisa membalas dengan sebuah senyum manis di bibirnya, ia merasa tidak percaya Faris sudah ada di hadapannya. Ingin rasanya ia selalu ada di sisi Faris dan tak ingin Faris meninggalkannya. Dari kejadian itu ia baru sadar bahwa kerinduan merupakan bumbu-bumbu cinta, tanpa kepergian Faris ia tak akan pernah merasakan kerinduan mendalam seperti ini. Bahkan, rasanya lebih istimewa tatkala sepasang kekasih yang berjauhan, lama tak jumpa dan saat bertemu seakan sebuah kebahagiaan.

***


Karya   : Siti Masyrokhatul F

Minggu, 16 September 2012

Air Mata Di Hari Raya


Maaf ya postingannya baru muncul sekarang.. Tp gpp masih kerasa Hari Rayanyakan.. Baru juga beberapa hari.. Ya ga ?? Ya udh nih ceritanya.. Met membaca aja ya, kalau mau da yg nangis juga gpp ko terserah kalian aja itu mah.. Karena itu hak kalian untuk menangis,, Oke..

            Kita mulai dengan pembukaan.. Chekidot..
Cerpen Sarah Amalia Pratiwi
Assalamualaikum Wr. Wb..

Gak kerasa ya kita udah melewati setengah dari bulan Ramadhan. Itu berarti gak lama lagi kita akan menyambut hari kemenangan bagi Umat Islam, yaitu Hari Raya Idul Fitri yang sekarang sudah 1433 H. Hayyoo siapa yg udah mulai belanja baju baru buat lebaran angkat tangannya coba.. Hehehehe :D
Ngomong-ngomong soal Lebaran, gue mau share CERPEN terbaru gue. Semoga CERPEN ini bisa menjadi inspirasi dan motivasi buat kita semua ya.. 

******

Air Mata di Hari Raya

Sebulan penuh sudah aku dan umat Islam yang lain menjalankan kewajiban kami, berpuasa di Bulan Ramadhan. Besok adalah hari dimana semua manusia akan kembali pada fitrahnya. Sejak petang, suara takbir dan tahmid tidak henti-hentinya berkumandang. Ya karena malam ini adalah malam takbiran. Malam terakhir di bulan Ramadhan. Dan malam ini kembali mengingatkanku pada sebuah penyesalan yang tak akan pernah bisa aku lupakan. Ingatan tentang hari raya tahun lalu membuat air mataku tak mampu terbendung lagi.

*****
Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1431 H

Sejak adzan Subuh berkumandang, orang-orang sudah mulai mendatangi Mesjid. Mereka bergegas karena tidak mau ketinggalan melaksanakan Shalat Idul Fitri (biasa di singkat si Shalat IED). Begitupun dengan Ibu, Bapak, aku dan adik laki-laki ku. Kami sudah berada di Mesjid sejak pukul 6 pagi. Aku dan Ibu bergabung bersama jamaah wania lainnya di tempat khusus wanita. Sedangkan Bapak dan adik ku di tempat khusus jamaah laki-laki. Waktu sudah menunjukan pukul 06.45. Dan Sholat IED akan dimulai pukul 07.00.
Suara takbir dan tahmid masih terdengar. Dari kejauhan aku melihat adikku berlari kecil menghampiri kami. Dengan setengah merengek, ia meminta Ibu untuk mengantarnya ke kamar kecil. Seperti yang sudah ku duga, Ibu menyuruh ku untuk mengantar adikku. Padahal sebentar lagi Shalat IED akan segera dimulai. Dan aku ingin sekali melaksanakan Shalat sunah yang hanya setahun sekali ini.

“Mbak Nisa, tolong antarkan adikmu ke kamar mandi ya. Kasihan kan dia sudah kebelet. Paling juga hanya sebentar.” Ibu menatapku.

“Kenapa enggak Ibu aja yang nemenin adik?” aku menolak permintaannya.

“Mbak Nisa, Ibu minta tolong sekali ini saja ya. Mbak Nisa mau kan bantuin Ibu?”

Aku pun tidak bisa menolak lagi. Dengan perasaan terpaksa, aku mengantar adikku ke kamar kecil. Baru saja aku dan adikku sampai di kamar kecil, terdengar suara iqamah pertanda shalat akan segera dimulai. Aku menyuruh adikku agar bergegas, tapi dia malah rewel dan tidak mau kembali kedalam Mesjid. Mesjid sudah penuh sesak dipadati orang-orang yang ingin melaksanakan Shalat Ied. Alhasil, aku tidak bisa kembali ke shaf tempatku semula dan aku pun tidak dapat mengikuti Shalat Ied berjamaah.

Tak terbayang betapa kesal dan marahnya aku saat itu. Akhirnya aku putuskan mengajak adikku kembali ke rumah. Sesampainya di rumah, aku membanting pintu kamar dan menguncinya. Sepuluh menit kemudian terdengar seseorang mengetuk pintu kamarku.

“Nis.. Nisa.. Buka dong saying.. Ini Ibu. Ibu mau ngomong sama kamu.” Ibu mulai membujukku.

“Gak mau. Ibu jahat! Gara-gara Ibu, Nisa jadi gak ikut Shalat Ied.” Aku marah sejadi-jadinya.

“Iya, Ibu tau Ibu salah. Ibu minta maaf ya sayang.”

“Gak mau. Pokoknya aku benci sama Ibu!”

Akhirnya Hari Raya itu pun hanya aku lewatkan dengan mengurung diri di kamar. Aku masih belum bisa meredakan amarah dan rasa kesal ku.

*****

            Satu bulan telah berlalu semenjak peristiwa itu. Aku sudah melupakannya dan hubungan ku dengan Ibu sudah kembali seperti dulu. Namun kini Ibu menjadi sering sakit sakitan. Sudah 2 hari beliau terbaring di tempat tidurnya. Kebetulan hari ini sekolah libur. Aku memutuskan untuk menemani Ibu.

“Bagaimana kondisi Ibu? Apa Ibu sudah merasa baikkan?” aku duduk disampingnya.

“Ibu sudah tidak apa apa kok. Ibu cuma kecapean aja. Oh iya, ada yang mau Ibu omongin ke kamu, Nis.” Suara Ibu terbata bata.

“Ada apa, Bu?” aku mulai penasaran.

“Ibu mau minta maaf gara-gara Ibu kamu tidak bisa mengikuti Shalat Ied tahun ini.”

“Sudahlah, Bu. Nisa udah lupain masalah itu kok.”

“Sebenernya Ibu cuma takut kalau Lebaran tahun ini menjadi Lebaran terakhir untuk Ibu. Ibu ingin mengikuti Shalat Ied untuk yang terakhir kalinya.” perkataan Ibu itu seperti petir di siang hari bagiku.

“Ibu gak boleh bicara seperti itu. Ibu harus yakin kalau Gusti Allah pasti akan memberikan Ibu kesembuhan.” Air mataku pun tak bisa tertahan lagi. Aku memeluknya erat.

            Tepat satu minggu sudah Ibu berbaring di tempat tidurnya. Penyakitnya tak kunjung sembuh. Ibu selalu menolak bila diajak ke dokter. Alasannya, biayanya mahal. Siang itu, aku baru saja pulang dari sekolah. Dari jauh terlihat banyak orang yang mengerumuni rumahku. Perasaanku makin tak menentu. Aku takut sesuatu yang buruk terjadi. Sesampainya di pintu rumah, Bapak menghampiriku sambil terisak. Aku sudah bisa menebak apa yang terjadi. Benar saja, di ruang tamu rumahku yang tidak terlalu besar Ibu sudah terbujur kaku dibalut dengan kain berwarna putih. Aku tidak kuasa menahan diri. Ku lemparkan tas sekolah dan berlari memeluk jenasah Ibu. Dunia serasa hancur dan langit seperti runtuh. Orang yang selama ini telah menjadi “malaikat” bagiku, kini telah tiada untuk selama-lamanya.

Aku baru tau dari Bapak, ternyata sudah 2 tahun Ibu menderita penyakit Kanker. Dan selama itu pula Ibu merahasiakan penyakitnya dari kami. Ibu tidak mau menambah beban di keluarga ini dan Ibu tidak mau kami mengkhawatirkannya. Aku menangis sejadi-jadinya.

*****

1 Ramadhan 1432 H

            Pukul dua dinihari, aku terbangun dari tidur lelapku. Tiba-tiba saja aku ingin menangis. Malam iini adalah tanggal 1 di bulan suci Ramadhan. Di setiap tahun sebelumnya, Ibu yang setiap malam membangunkan kami sekeluarga untuk menikmati santap sahur bersama. Ibulah yang senantiasa mempersiapkan segala keperluan kami, sehingga kami tidak terlambat untuk bersantap sahur.
            Tapi tidak dengan malam ini, seolah-olah baru kemarin aku melihat senyum manisnya saat membangunkan aku dari tidur lelapku.
Sungguh, Ramadhan tahun ini menjadi Ramadhan terberat yang harus kami lalui. Karena orang yang sangat kami kasihi telah dipanggil oleh-Nya. Setiap malam, aku dan ayah sibuk mempersiapkan santap sahur untuk kami sekeluarga. Akulah yang menggantikan Ibu membangunkan adik-adikku. Saat itu aku bau sadar, betapa sabarnya Ibu kami dulu. Setiap hari di bulan Ramadhan, beliau harus menghadapi berbagai macam sikap kami saat dibangunkan.
            Pernah satu kali, ketika aku dibangunkan, saat itu aku masih duduk di kelas satu SD. Masih segar ingatanku ketika aku membawa serta bantalku karena aku masih sangat mengantuk ketika dibangunkan Ibu untuk sahur. Sayur sop yang tersedia dan tergelar diatas tikar untuk santap sahur kami terpaksa harus terbuang sia-sia karena tak sengaja tertendang olehku saat aku berjalan menuju tikar sambil memejamkan mata. Tapi Ibu tidak marah, dengan sabar Ibu membersihkannya dan menggantinya denganmie instan. Karena memang waktu sahur hanya tinggal beberapa menit lagi. Itulah salah satu bukti bahwa dia memang “malaikat” bagiku.

*****

30 Ramadhan 1432 H

            Sebulan penuh telah kami lalui tanpa kehadiran Ibu. Besok pagi tepat tanggal 1 Syawal. Dan itu berarti besok adalah Hari Raya kami.

            Malam iini pun tak dapat ku pejamkan mata. Teringat saat kuselipkan duka di Hari Raya terakhirku bersama Ibu. Tak pernah ku sangka, kata-kata Ibu waktu itu menjadi kenyataan. Saat Ibu mengatakan bahwa Hari Raya tahun kemarin adala Hari Raya terakhirnya.

            Kupandangi wajah adik adikku yang telah tertidur pulas. Dalam hati, aku berjanji akan selalu menjaga mereka. Mengenalkan mereka pada Sang Pencipta dan Rasul-Nya. Seperti Ibu yang dulu begitu sabar mengenalkan aku kepada cinta-Nya.Karena mereka adalah titipan Ibu untukku. Agar Ibu bahagia melihat kami tumbuh bersama anugrah kasih-Nya. Tak lama kemudian, mata ini pun terpejam.

 *****

Hari Raya Idul Fitri, 1 Syawal 1432 H

            Hari ini adalah Hari Kemenangan bagi kami umat Islam. Tak ada yang berubah. Semua masih sama. Orang-orang berbondong-bondong datang ke Mesjid untuk melaksanakan Solat Ied. Namun bagiku, Hari Raya tahun ini sangat berbeda. Karena ini adalah Lebaran pertama yang kulewati tanpa kehadiran Ibunda. Namun aku yakin, Ibu telah mendapat tempat yang jauh lebih baik disana. Di Surga. Di sisi Sang Pencipta.
Amiieenn..

*****

Thank’s buat kalian yang udah mau baca CERPEN ini sampe abis.

Trims ^^

Minggu, 02 September 2012

Kenyataannya .....

            Jadi postingan gua kali ini tentang bahasa Indonesia yang sedikit-sedikit bakal tergeser sama bahasa asing terutama bahasa Inggris. (maksud dari tergeser itu tergantikan, bukan di geser-geser ya..). Ya udh  langsung aja,, slamat membaca...

            Ternyata eh ternyata teman-teman gua mengakui kalau mereka lebih suka menggunakan bahasa Inggris daripada bahasa Indonesia saat bercakap-cakap, bergaul, bernyanyi, atau yg laennya dah,, kalau bergaul biasanya mereka menggunakan bahasa Inggris untuk bergaul di dunia maya. Padahal menurut DR. Maria Josephine Mantik, M.Hum, ketua Program Studi Indonesia FIB Universitas Indonesia, masih ada kenyataan lainnya. Nih kenyataannya :

1.  Bahasa Campur Aduk

“Sering menggunakan bahasa Inggris sebenarnya bagus karena bisa sekalian belajar. Sayangnya, basa Inggris dalam pergaulan masih banyak salah pengusapan, penulisan, dan lain-lainnya. Bahkan suka dicampur sama bahasa gaul seperti bahasa Alay. Jadi kalau kaya gitu keliatan asal-asalan.

           2. Fenomena Sekolah Internasional

“Sekarang sekolah berstandar bahasa Internasional bertambah banyak. Akhirnya bikin bahasa Inggris semakin trend dan orang-orang pun berlomba ingin terlihat fasih menggunakan bahasa Inggris agar terlihat pintar.”

           3. Bahasa Inggris Harus Bagus

“Mungkin karena bahasa Indonesia adalah bahasa sehari-hari, jadi kalau salah ucap kita nggak peduli. Sedangkan kalau bahasa Inggris salah ucap, kita malu banget. Padahal, kan seharusnya kita pelancar bahasa Indosenia dulu, baru kemudian bahasa asing.”

Bingung ah mau nutupnya gy mana,, ya udh yg terpenting makasih banget ya udh baca postingan dari blog gua.. Tahnk’s thank’s thank’s.. J

Sabtu, 01 September 2012

Hebatnya Bahasa Indonesia



           Mungkin kalian udh sering ngedenger fungsi dan keunggulan bahasa Indonesia dari pelajaran yang kita dapet dari sekolah. Nah, disini gua mau ngingetin lagi nih tentang kehebatan bahasa Indonesia agar kita semakin bangga menggunakannya. Nah ini dia kehebatan yg di milikin sama bahasa Indonesia :

1. Pemersatu Bangsa

“Jadi, bahasa Indonesia juga disebut sebagai bahasa pemersatu. Sadar dong kalau ada banyak suku bangsa yang tersebar di kepulauan Indonesia ini. Dan masing-masing suku bangsa punya bahasa daerah sendiri-sendiri. Berkat bahasa Indonesia, semua suku bangsa itu bisa salng berkomunikasi. Ngertikan maksudnya ?? -___-

     2.     Panjang Sejarahnya

“Bahasa Indonesia termasuk bahasa yang cukup tua umurnya dan mengalami banyak revolusi. Itu menunjukan bahwasanya bahasa Indonesia memiliki sejarang yang panjang (mungkin panjangnya lebih dari kereta kali ya..) yang berkaitan dengan banyak peristiwa penting.

    3.     Tenar Di Luar Negeri

“Bahasa Indonesia terkenal lho..... di negeri atau bisa di bilang di negara lain. Ada sekitar 40 negara di dunia yang mempelajari Bahasa Indonesia di sekolah, mulai pendidikan dasar hingga perguruan negeri. Di antaranya adalah Jepang, Kanada, Vietnam, dan Australia.”

Hebatkan ??

         Banggalah kita selaku bangsa Indonesia yang memiliki banyak suku bangsa, wilayah yg cukup enak (apa ya bahasa geografinya ?? gua lupa.. Heheheheheh :D.. ya pokoknya begitulah.. ) Jadi mulai sekarang jangan lupakan bahasa Indonesia dan kita harus mempelajarinya dengan benar-benar supaya bahasa kita nggak di akui sama negara lain sperti kebudayaan kita yg udh di akui sama negara lain.. Oke ;)

Jumat, 31 Agustus 2012

Perbedaan Cinta Dengan Nafsu



Cinta dan nafsu terkadang sulit untuk di bedakan. Hal ini dikarenakan oleh keterkaitan dua hal tersebut dengan emosi dan perasaan. Cinta sangat melekat dengan perasaan individual sedangkan nafsu lebih menekankan pada kehendak yang kuat. Namun bukan berarti cinta dan nafsu tidak dapat dibedakan.

Perbedaan antar cinta dan nafsu terlihat pada tindakannya. Ketika seseorang benar-benar mencintai pasangannya maka seharusnya hanya ada satu benak saja dalam pikirannya yaitu bagaimana caranya agar saya menunjukkan rasa cinta saya dengan memberikan yang terbaik bagi pasangan saya ?? Bukan bagaimana caranya agar dia memuaskan ‘nafsu’ saya ??

Masa awal pacaran merupakan masa penjajakan dan masa yang paling indah. Di sinilah cinta dan nafsu tersamar dengan baik. Jika memang ia mencintai pasangannya, tentu hal-hal yang berbau nafsu agak canggung untuk dilakukan. Pasangan yang baik tidak akan melakukan hal-hal yang tidak diinginkan pasangannya apalagi membujuk pasangannya untuk memenuhi nafsunya. Namun jika memang tujuan awal berpacaran adalah nafsu maka tidak ada cinta yang sesungguhnya di antara mereka melainkan hanya ada apa yang di kenal dengan ‘cinta satu malam’.

Perbedaan antar cinta dan nafsu terletak pada pikiran pasangan anda. Berpacaran bukan berarti tidak diperkenankan tidakan fisik melainkan atas dasar apa tindakan fisik yang wajar tersebut di lakukan. Sebagai contohnya adalah ketika pasangan anda memeluk anda, ada dua hal yang terbesit dalam pikiran pasangan anda. Yang pertama, ia memeluk karena ia ingin memberikan rasa nyaman dan melindungi anda atau ia memeluk anda sembari membayangkan strategi berikutnya apa ?? Jika memang cinta maka ia sangat mengetahui sampai sejauh mana anda pantas diperlakukan dan ketika anda menolak tentu saja ia harus menghargainya. Namun jika pasangan anda menjadi marah atau emosi maka tentu saja yang ia pikirkan adalah nafsu bukan cinta.

Cinta memikirkan konsekuensi sedangkan nafsu tidak memikirkan akibat dari tindakannya. Jika memang atas nama cinta pikirkanlah dengan baik apa konsekuensinya yang terburuk dan pikirkan juga apakah anda rela untuk memberikan konsekuensi itu kepada pasangan yang anda cintai. Jika anda rela memberikan konsekuensi itu kepada pasangan anda maka anda hanya bernafsu dan tidak mencintai. Jika memang atas nama cinta maka ia akan mempersiapkan hal-hal yang diperlukan agar nafsu itu menjadi indah pada waktunya yaitu misalnya pada saat menikah nanti. Hal ini terwujud dalam tindakan pasangan anda yang mempersiapkan hal-hal di masa mendatang agar dapat menjadi pasangan hidup yang saling mencintai dan langeng. Di sinilah cinta dan nafsu di pisahkan.

Dalam pernikahan, terutama pernikahan yang langgeng, cinta dan nafsu dapat dengan mudah di bedakan. Siapakah yang secara umum dapat bernafsu ketika melihat pasangannya yang sudah keriput, ompong, ubanan, bergelambir dan sebagainya ?? Tentu saja yang masih bisa bernafsu adalah pasangan yang mencintainya, yang menerima dia karena dirinya bukan karena kepuasan semata.

Cinta dan nafsu adalah dua hal yang sangat berbeda namun saling berkaitan. Cinta sejati memberikan amunisi bagi nafsu namun nafsu tidak penah memberikan amunisi bagi cinta. Cinta yang baik membawa bahagia dan suka cita yang berkepanjangan sedangkan nafsu membawa bahagia dan suka cita yang singkat.